|
Written by Hang Tuah Jasa Said
|
Rabu 26 Februari 2008
AKTIVITAS dalam memainkan peran untuk memajukan dunia musik jazz kota Medan terus digencarkan oleh sebuah komunitas yag tergabung dalam Medan Jazz Society, Sabtu (23/2) di kawasan Orange Studio, Jl. Dr.Mansyur, Medan. Banyak dialog yang muncul antara para pemegang alat musik dengan beberapa tokoh musik Jazz kota Medan seperti Ben Pasaribu, Erucakra Mahameru dan banyak lagi lainnya. Dalam pertemuan ini seolah seluruh penggemar musik jazz dapat menyatukan visi misi serta mengkolaborsikan ide dalam bentuk kerja sama dengan membawa bendera musik jazz. Dalam satu dialog Ben Pasaribu selaku artistic director menuturkan bahwa Jazz wajib berkembang dengan begitu meningkatnya jumlah pendengar muda musik jazz sendiri. “Musik Jazz punya hak hidup, dan diharapkan dapat terus menurun hingga ke generasi sebelumnya,” tegas Ben. Inilah sebenarnya tujuan mengapa Medan Jazz Society ini dibentuk. Selain hadirnya para tokoh, berkat kerja sama dengan Vintage Management, maka sebelumnya telah dilakukan audisi, sehingga terlahir pula sebuah grup musik jazz bernama Vintage yang terdiri dari Kaka, Roro (vokal), Code (gitar), Haikal (bass), Habib (drum) dan Erison (terompet).
Ben Pasaribu banyak membagikan seluruh pengetahuannya dalam dunia jazz kepada seluruh komunitas termasuk para tamu yang hadir. Dari sejarah musik jazz hingga beragam jenis musik jazz yang terus berevolusi hingga sekarang. Semakin lama suasana pun menghangat dan para pemegang instrument semakin tidak sabar memainkan petikan irama jazz. Begitu masuk jam session, masing-masing pemusik bahkan memainkan lagu ciptaanya berjudul Lunch Time dengan iringan keyboard dari Erucakra Mahameru selaku music director. Para tamu terlihat memberikan aplaus dengan aksi para personil yang begitu semangatnya memainkan lagu tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan sesi jam session bebas, sehingga beberapa tamu turut menyumbangkan suara mengiringi permainan oleh band vintage. Salah satu dosen musik dari Fakultas Etnomusikologi USU turut melibatkan diri sebagai pengisi performance pertama kali. Ia berhasil menciptakan suasana berbeda dengan memancing para personil untuk saling bekomunikasi lewat instrument masing-masing. Penampilan berikutnya diramaikan oleh seorang tamu bernama Rienaldi Siregar, yang ternyata memiliki basic vokal cukup baik. Selain itu seorang tamu lainnya dari pihak media bahkan ikut bergabung bernyanyi dengan tembang-tembang lama berirama jazz. Sebelum jeda Shalat Maghrib Hafiz dari Vintage Management turut memberikan sepatah kata mengenai langkah-langkah yang akan dilakukan Medan Jazz Society dalam waktu dekat. “Kita punya tiga program khusus untuk kedepannya demi memajukan musik jazz di kota Medan,“ kata Haviz dari Vintage Management. Program tersebut adalah ‘Jazz On The Street‘ yang rencananya akan digelar selama dua jam di kawasan Sumber, Jl. Dr.Mansyur Medan. Kemudian yang kedua adalah ‘Jazz To School’ dengan mensosialisasikan musik jazz di beberapa sekolah di kota Medan. Yang terakhir sebagai acara puncak, maka Medan Jazz Society bekerja sama dengan SMAN 3 akan mengundang artis jazz ibukota, Tompi. (Waspada/Hang Tuah Jasa Said) |